GARDU DIGITAL

Belanja Online Aman,
Tanpa Rasa Was-was

Toko palsu, kurir palsu, sampai transfer yang menghilangkan perlindungan dana semua bisa dikenali sebelum Anda dirugikan. Yuk pelajari cirinya satu per satu.

128.281 laporan

Penipuan digital masuk ke IASC hingga Mei 2025, menurut data OJK.

Rp2,6 triliun

Total kerugian yang tercatat dari laporan penipuan digital tersebut.

Anda bisa cek dulu

Sebelum transfer, cek nomor rekening tujuan di cekrekening.id.

Kenali Ciri Toko Online Palsu

Sebagian besar laporan penipuan belanja online berawal dari toko yang sebenarnya tidak pernah mengirim barang.

Harga Tidak Wajar

HP atau barang bermerek dijual jauh di bawah harga pasar dengan alasan "cuci gudang" atau "barang reject pabrik". Foto produk biasanya dicuri dari toko resmi agar tampak meyakinkan.

Tanpa Jejak yang Jelas

Hanya berupa akun media sosial tanpa alamat toko, layanan pelanggan cuma satu nomor WhatsApp, dan mengaku bisa "konsultasi 24 jam" hal yang jarang dilakukan toko sungguhan.

Testimoni Mencurigakan

Ulasan semuanya sempurna, diunggah dalam waktu yang berdekatan, atau memakai foto yang terlihat seperti hasil unduhan dari internet, bukan foto asli pembeli.

Waspada Kurir Palsu & Link APK

Modus ini menyamar sebagai info paket agar Anda memasang aplikasi berbahaya.

Jangan Pasang APK dari Chat

Jasa kurir resmi tidak pernah mengirim file instalasi lewat SMS atau WhatsApp. Info resi selalu bisa dicek langsung di aplikasi atau situs resminya.

Paket yang Tak Pernah Dipesan

Jika ada paket COD datang tapi Anda tidak pernah memesannya, tolak dan jangan bayar. Cocokkan dulu dengan riwayat belanja Anda.

Bahaya Transfer di Luar Platform

Penjual yang mengajak transaksi lewat transfer bank langsung ke rekening pribadi, di luar aplikasi marketplace, membuat dana Anda kehilangan perlindungan seperti jaminan uang kembali.

Rekening Atas Nama Pribadi

Bukan rekening perusahaan atau rekening bersama (rekber) resmi, melainkan nama orang yang tidak sesuai dengan nama toko.

Desakan "Stok Hampir Habis"

Anda ditekan untuk segera transfer sebelum sempat berpikir panjang atau mengecek ulang kewajaran harga dan penjualnya.

Biaya Tambahan Mendadak

Setelah transfer pertama, muncul permintaan biaya lain seperti "asuransi", "pajak", atau "biaya tebus" yang tidak pernah dijelaskan di awal.

Cara Amannya

Selesaikan transaksi di dalam aplikasi marketplace resmi, di mana dana Anda ditahan sistem (rekber) sampai barang diterima dengan baik.

4 Langkah Belanja Aman

1

Gunakan Aplikasi Resmi

Bertransaksi hanya melalui aplikasi marketplace resmi, jangan tergoda link eksternal yang dikirim lewat chat atau iklan.

2

Cek Rating & Reputasi Toko

Pilih penjual dengan status terverifikasi dan ribuan ulasan yang beragam, bukan hanya bintang lima yang seragam.

3

Jaga Kerahasiaan OTP

Jangan pernah bagikan kode OTP, PIN, atau password kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari pihak aplikasi.

4

Rekam Video Saat Buka Paket

Video unboxing tanpa jeda menjadi bukti kuat jika barang yang diterima tidak sesuai pesanan atau rusak.

Sudah Terlanjur Tertipu? Lakukan Ini

Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang rekening penipu diblokir.

1

Kumpulkan Bukti

Screenshot percakapan, bukti transfer, dan nomor rekening penipu sebelum dihapus atau diblokir oleh pelaku.

2

Cek & Laporkan Rekening

Buka cekrekening.id milik Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memeriksa sekaligus melaporkan nomor rekening tersebut.

3

Hubungi Bank Anda

Segera telepon layanan bank atau e-wallet Anda untuk meminta pemblokiran transaksi atau rekening tujuan.

4

Lapor ke OJK atau Polisi

Hubungi kontak OJK di 157 atau WhatsApp 081-157-15-157, atau buat laporan di lapor.go.id.

Siap Belanja Lebih Aman?

Terapkan ilmu ini setiap kali Anda berbelanja. Bagikan informasi ini ke keluarga dan teman terdekat. #AmanBersamaGARDU

Bagikan ke keluarga dan tetangga agar semua terlindungi.